Arti harafiah kata Dou-Gai-Ekowai dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dou : Melihat dalam arti memandang dan mengamati, pada tahap ini digunakan indera mata & mata bathin untuk menerawang,
Gaii : Berfikir maksudnya hasil dari Dou kemudian dirasakan, difikirkan, dianalisis dan dipetakan seperti ilmu SWOT dalam teori menajemen modern,
Ekowai : Bekerja sebagai hasil dari apa yang sudah di-Lihat (Dou) dan di-Fikir (Gaai).
Ini Pandangan hidup suku Mee, Makna terdalamnya adalah tiada Ekowai yang muncul tiba-tiba tanpa Dou dan Gaai. Tiga Kata ini, kita singkat DoGaE, Ini Pancasila-nya orang Deiyai atau Deiyai’s way of life. Prinsip hidup dari orang Deiyai, penduduk asli seputaran Danau Tigi dan sekitarnya di Meepago, yang tidak mudah goyah, tidak mudah ikut arus dan suka berfikir dan merenung sebelum bicara dan bertindak. Pedoman hidup yang menunjukan kepribadian yang kokoh, tidak mudah goyah sebagai cerminan dari prinsip dou dan gaai. Maka DoGaE berfungsi sebagai sebuah alat penyaring dan sistim bertindak yang dimulai dari melihat, berfikir kemudian bekerja. Dalam ilmu menajeman modern dikenal dengan istilah SIDLAKON atau Survei, Investigasi, Desain, Clean dan Clearing, membagun serta Evaluasi. Urutan ini tidak dapat dibolak balik, demikian juga Dou-Gaai-Ekowai tidak bisa jadi Gaai-Ekowai-Dou atau malah Ekowai-Gaai-Dou, yang makna intisarinya akan berubah. Artinya bukan kerja baru berfikir atau kerja sambil merencanakan atau istilah krennya itu ‘’ tiba waktu, tiba akal’’.
Sebagai sebuah Kabupaten, semua Proses Pembangunan di Deiyai, kecuali akibat bencana (force majeur), tiada aksi yang muncul mendadak. Segala sesuatu sejatinya sebelumnya sudah dipetakan masalahnya, kemudian dengan mempertimbangkan semua sumber daya yang ada, difikirkan dan direncanakan solusinya, dan tahap terakhir adalah eksekusi atau kerja. Pada tahap kerja, digunakan prinsip ‘Sedikit bicara, banyak kerja’ karena aksi Ekowai itu sudah melalui tahapan Dou dan Gaai. Model hidup seperti Kerja baru fikir atau kerja sambil merencanakan adalah kebiasaan buruk yang sering dipraktekan dalam pemerintahan daerah di seluruh Tanah Papua. Hal ini sangat merugikan sedikit uang yang ada di Deiyai serta hanya sia-siakan waktu yang Allah bri. Intinya melalui Moto-Dou Gaii-Ekowai, segalanya harus dimaksimalkan dengan efektif secara berdaya guna menuju kebangkitan Deiyai yang Harmoni, Berdaya saing dan Sejahtera melalui Peningkatan IPM.
Sebagai Kabupaten paling tengah ( sentral of Meepago), di atas landasan Dou-Gaai-Ekowai Kabupaten Deiyai siap menuju hari esok yang lebih baik (Deiyai Aweta ko Enaa Agapiida) agar tercapai Deiyai yang elok dipandang (Deiyai Dou Enaa)
Awikaituma jr
Negeri Yali akhir 2021



Leave a Reply