Dengan hati yang hancur dan air mata yang tak terbendung, kami meratapi kepergianmu, Mama Hetina Mirip. Namamu kini terukir dalam sejarah pilu Intan Jaya, sebagai korban kekerasan yang tak termaafkan. Kabar kematianmu, yang begitu tragis di tangan Aparat negara RI,
mengoyak kedamaian yang kami dambakan. Lebih menyayat hati lagi, jasadmu sempat
terkubur tanpa kehormatan, seolah-olah nyawamu tak berarti.
Namun, Mama, engkau adalah seorang pejuang kehidupan. Bahkan dalam kematian, martabatmu tak bisa direnggut. Keluarga yang mencintaimu, dengan kekuatan yang luar biasa, berjuang untuk mengangkatmu dari kegelapan tanah, mengembalikan kehormatan yang seharusnya engkau dapatkan sejak awal. Prosesi pemakamanmu yang akhirnya dilakukan secara terhormat di Intan Jaya adalah bukti cinta yang tak terbatas dan perlawanan
terhadap ketidakadilan.
Ratapan kami adalah ratapan atas kehilangan seorang ibu, seorang wanita Papua yang gigih. Ratapan ini adalah ratapan atas impian yang terenggut, atas tawa yang tak akan lagi terdengar, dan atas kehadiranmu yang kini hanya tinggal kenangan.
Memori dan Kehilangan
Mama Hetina, engkau adalah cahaya bagi keluarga dan komunitasmu. Meskipun kami tidak bisa lagi merasakan sentuhan tanganmu, mendengar nasihat bijakmu, atau melihat senyummu yang menenangkan, memorimu akan selalu hidup dalam hati kami. Kisah perjuanganmu, bahkan di penghujung hidupmu, akan menjadi pengingat abadi tentang harga sebuah nyawa dan pentingnya keadilan.
Kami berduka atas cara engkau direnggut dari kami. Duka ini adalah duka kolektif, yang dirasakan oleh setiap anak Papua yang mendambakan kedamaian dan keadilan di tanah leluhurnya.
Harapan dan Perjuangan
Kepergianmu, Mama Hetina, bukan hanya meninggalkan luka yang menganga, tetapi juga memicu semangat perjuangan. Pemakamanmu yang terhormat di Intan Jaya adalah simbol perlawanan terhadap kekerasan dan penegasan bahwa setiap nyawa Papua berharga. Kami akan terus menyuarakan keadilan untukmu dan untuk semua korban kekerasan lainnya.
Semoga arwahmu tenang di sisi Tuhan, Mama Hetina Mirip. Engkau pergi, namun semangatmu akan terus menyala dalam perjuangan kami. Kami tidak akan pernah melupakanmu.
West Papua, 16-05-2025
Penulis : Yeimo Yagamo




Leave a Reply